Masalah Double Kiprok Thunder 250

Penyemplak Suzuki Thunder 250 (T 250) pasti biasa dengan masalah kelistrikan di motornya. Yang sering kejadian adalah sepul putus atau konslet, kiprok (rectifier) mati, atau kabel body getas. Kalau motornya standar alias tidak menambah asesoris seperti lampu strobo, flash, atau klakson berdaya besar (Hella, Stebel dll), biasa terjadi spul putus/ konslet di usia pemakaian 3 thn. Ada jg yg di bawah 3 thn.

Yang menambah asesoris kelistrikan biasanya lebih cepat kerusakannya. Malah aa yang beberapa kali harus mengganti sepul dalam satu tahun. Kalau sudah begini, kesal jadinya.dobel-kiprok.jpg

Sepul memang menjadi masalah klasik yang oleh BERESS sudah diakui sebagai kelemahan T 250. Ini juga yang konon membuat produk ini kurang laku di pasaran. Selain parts yang mahal dan tidak mudah didapat di banyak tempat, masalah sepul dianggap ganjalan memiliki T 250. Bayangkan untuk mengganti sepul standar di BERESS, kocek yang dirogoh mencapai Rp 495 ribu, sedangkan kiprok mencapai Rp200 ribuan.

Solusi dari Bandung

Double Kiprok (DK) konon ditemukan oleh anak-anak Bandung Thunder Club (BTC). Ini dinilai bisa menjadi solusi sepul yang gampang putus. Teorinya, dengan DK, kekuatan arus yang dihasilkan sepul bisa diimbangi dibandingkan hanya single kiprok (standar).

Inovasi ini lantas diekspor ke Jakarta dan sekitarnya. Kini, dengan empat lembar Rp100 ribu (awal 2008), DK dapat diperoleh di salah satu bengkel Jakarta Thunder Club (JTC) ternama di kawasan Jelambar, Jakarta Barat. Itu sudah termasuk biaya pasang. Cara penggabungannya adalah dengan memparalelkan kabel2 dari dan seputar kiprok.

Sudah banyak anggota klub T 250 yang memasangnya. Ada yang bertahan lama ada yang tidak. Saya sendiri, berdasarkan pengalaman memasang DK hanya bertahan 10 bulanan. Itu juga ditambah penderitaan 3 kali mengganti sepul. Untungnya bukan sepul dari BERESS yang muahal itu, tapi gulungan dari Jelambar yang dipatok Rp150 ribu.

Awalnya, saya menyalahkan Jelambar atas kualitas DK-nya. Ditambah pengalaman teman yang kurang lebih sama dan komentar bengkel lain yang menjadi langganan beberapa anak JTC. Termasuk, komentar mekanik di salah satu BERESS yang biasa megang T250 di Jakarta.

Namun kalau saya tinjau ke belakang, ada beberapa hal yang kemungkinan besar menjadi penyebab kegagalan DK saya.

Ganti Semuanya

Ketika mengganti sepul pertama kali sekaligus memasang DK 10 bulanan lalu, saya tidak melakukan hal-hal yang menurut saya dapat berpengaruh atas kinerja kelistrikan T 250, yaitu:

  1. Tidak mengecek kelayakan kabel body. Di usia motor yang hampir 10 tahun mestinya kabel body dicek dan diganti jika diperlukan.
  2. Masih memasang lampu flash variasi dan klakson stebel. Lampu variasi saja memakan daya 100 watt. Sedangkan, jika diitung daya yang dihasilkan dengan DK adalah 140 watt (14 voltase pengisian dari DK dikali 10 dari 10 ampere jenis aki T 250).
  3. Arus dari DK dilangsungkan ke kutub2 aki. Standarnya adalah diputar dulu via kabel body. Ini antara lain berguna untuk mengatasi konslet karena arus akan melewati sekering. Alasan beberapa orang yang juga melangsungkan arus adalah kabel body sudah tua dan dikhawatirkan tidak mampu mengantar arus maksimal.
  4. Tidak mengecek dengan benar kondisi sepul gulungan.

Yang terjadi pada tunggangan saya adalah 2 kali sepul konslet dan 1 kali putus. Karena itu semua speul gulungan Jelambar, lantas saya mencoba sepul dari BERESS. Baru dua minggu, aki tekor lagi, saya panik. Terpaksa dibawa ke BERESS, dan ternyata, DK saya mati.

Akhirnya saya pasang kiprok standar dan mengganti kabel body dengan yang baru. Alhamdulilah hingga sebulan ini belum ada masalah apa2. Malah, langsam dan larinya motor jadi lebih enak dalam artian stabil, malah saya merasa lebih mudah menggapai 120 kpj daripada sebelumnya.

Kesimpulan saya atas pengalaman ini adalah:

Kabel body amat berpengaruh, justru itu yang paling penting. Mestinya ketika sepul putus di awal, saya langsung mengganti kabel body, kiprok, dan aki. Soal kiprok, saya tidak bertendensi negatif, mungkin jika kabel body saya bagus, DK tidak akan mati dalam hanya 10 bulan.

Beji Motor Sport (BMS), salah satu bengkel tempat saya konsultasi juga mengonfirmasi kesimpulan saya tersebut. Malah, dianjurkan kepada saya untuk tidak mengubah2 kelistrikan T250 lagi. Soal DK, kata BMS, ”Kami sudah pernah meriset itu pada 1999”. Dan kesimpulan mereka, kiprok standar masih lebih baik (dalam hal ketahanan).

Tapi yang saya lihat ada juga yang DK-nya bertahan lama hingga 2 tahun, padahal motornya dipakai tiap hari dengan jarak tempuh 100 km per hari, sama seperti saya.

Yah, dari semua pengalaman ini, saya akhirnya tidak mau mengambil risiko lagi dengan kelistrikan T250. Semoga artikel ini berguna untuk teman2.

disadur dari bro aji

http://ajisaka.dagdigdug.com

Tag:

16 Tanggapan to “Masalah Double Kiprok Thunder 250”

  1. anggi Says:

    Klo ganti kabel body di beres bisa gak siy?
    Gw udah pindah kiprok ke cover belakang trus klakson balik ke standar strobo juga udah di pensiunin udah 2 minggu aki gak cepet tekor biasanya baru 3 hari setelah di charge aki tekor,
    Wah klo gitu pake DK kurang bagus juga ya??

  2. Jin Galon Says:

    Nah masalah begini ini yang bikin gw ga jadi masang DK… Ditambah ada yang bilang kelistrikan standar udah cukup bagus… Jadi sekarang ya standar2 aja…

  3. gsx250 Says:

    binggung jawabnyaa…
    kadang ada yang awet kadang ada yg engga…
    pada intinya rawatlah GSX kita seperti pacar sendiri…
    klo sayah sendiri klo ada waktu senggang buka body motor cek2 kabel dll.. ada aja yg perlu di ganti… kesemuanya itu hanya perawatan yg membuat GSX ini tetap aweett..

  4. aji Says:

    saya setuju dg bung adet, rawatlah t250 seperti pacar sendiri…

    tidak selamanya DK itu jelek, banyak juga yg bagus…sama kayak oli…banyak yang motornya enak pakai motul ester, kalo saya, entah mengapa, apakah motornya ngerti kondisi keuangan saya, enaknya malah pakai SGO yang cuman 26 rebu (800 ml), pernah coba motul ester, repsol sintetico, dll…

    jadi, gak usah takut miara T250…sayangi dan pahami saja, maka Anda akan awet bersamanya…

  5. aji Says:

    ganti kabel body di beress, jelas bisa, malah tergolong mudah dan cepat kalau mekaniknya dah biasa ya…hehehe…

    oya, beji motor sport (BMS) di depok dekat jakarta punya solusi utk kelistrikan selain DK…ganti kabel body plus socket2nya pake yg bagus punya, plus pasang relay 4 biji…udah ada yg coba n bagus…

    ini sebenarnya ilmu dari bengkel mobil…temen saya yg jg ngerti mobil mengiyakan metode BMS ini dan tengah mengaplikasikan ke T250, tapi soal biaya…hehehe yg jelas lebih mahal dari beli kabel body di beress..

  6. gsx250 Says:

    berdasarkan saran dari teman yang sudah pake DK… sebaiknya di liat sepul nya juga dan perlu di perhatikan untuk GSX tahun lama.. agar suply kelistrikan lebih stabil…

  7. fit Says:

    gw make dk kiprok 125,lampu gw ganti fhilip 110/100 & yg lainya standrt. dah 3 thn ga ada mslh.
    prnh nyoba nambah dinamo ac mbl kijang sgx,jd lampu utama ngmbil dr aki & yg lainya (strobo, lampu kolong 2 x 30w, stobel 2) dr dinamo mbl, tarikan + sip & aki awet. tp ribet bgt masangya & inamonya yg cpt jebol.
    mending yg stadart aja, skrg gw cuma brani modiv kaki”,knalpot & bodi.
    knalpot gw buat, dr leher kebawah mesin dipasang peredam knlpot mbl 2 tabung disambung 2 pipa sampe ujung digabung muffer remus 1, suaranya ky moge bneran.

  8. si Panjul Says:

    gw baru ganti sepul, baru 2 minggu kok lampu dah redup lg ya…
    sebelumnya semua udah baru dari aki, kiprok sama kabel body,
    mohon solusinya gmn,,

    sepulnya sudah di periksa pakk…

  9. gixxer Says:

    EMERGENCY pada alternator gsx250 (kiprok).

    Coba bro2 bayangkan, tanggung bulan kiprok jebol duit cuma 50rb, atau lagi diluar kota kiprok modar, Tidak semua bengkel punya stock kiprok buat gsx.
    Salah satu cara buat sementara dan yg paling murah adalah diganti dengan dioda kotak 4 kaki, dapat dibeli ditoko elektronik harga 15-20rb-an.

    Cara pasang:
    * perhatikan ada 2 soket dari/menuju kiprok (satu kabel merah & satu kabel hitam, jadi satu soket. Tiga kabel kuning jadi satu soket).
    1. kabel merah disambungkan dengan kutub positif (+) dioda.
    2. kabel hitam disambungkan dengan kutub negatif (-) dioda.
    3. dua kabel kuning (mana saja) masing2 disambungkan kutub pas dioda.
    4. 1 kabel kuning dari kabel body disolasi.

    Kelemahan:
    lebih dari 4000 rpm head lamp harus dinyalakan, jika tidak power akan ngedrop. Kurang dari 4000rpm power masih normal.

    selamat mencoba

    Ini gw coba di-gsx temen yg kebetulan kiproknya jebol 1thn yg lalu dan sampe sekarang masih pake dioda tsb.

    tips nya oke bangettt… boleh donk minta skema dan pic nya..

  10. gixxer Says:

    Ralat :
    untuk no 4. 1 kabel kuning dari kabel body disolasi.
    Seharusnya 1 kabel kuning dari spul tidak dipakai dan disolasi

  11. yusuf Says:

    klo mau pasang HID pake kelistrikan standar kuat ngga yah ?
    klo misal ngga kuat….apa ada solusi nya ?

  12. Dodik JeTC Says:

    kiprok tambahannya harus sama dengan standar atau bisa punya kendaraan lain. Atau Dua2nya pake punya kendaraan lain bro…
    Mohon pencerahan … Thanks

  13. jangan belithunder Says:

    thunder saya baru ganti accu GS tp baru 3 minggu aki udah mati lagi, aki GS ama yuasa bagusan mana ya………..

  14. Kumpulan arsip penting GSX 250/Thunder 250 « Thunder 250 diary Says:

    […] Mensiasati Kelemahan Thunder 250 […]

  15. ordinarypeope Says:

    mo kasih info……. minggu kemaren tanya ke BERES, harga kabel body 295k, harga kirprok 289k.

  16. yusuf Says:

    gw sih ganti pake kiprok copotan moge jadul (asalkan sama2 3 phase maka pasti bs saling tukar alias PNP)

    selain itu juga bs pake kiprok copotan vixi….hrg nya hampir sama dgn kiprok ori thunder tp mampu menghandle beban daya yg lebih besar

    untuk lebih jelasnya bs lihat review yg gw bikin sendiri di link berikut
    http://www.kaskus.us/showthread.php?t=893677&page=361

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: