Serba-serbi cornering di Thunder 250 Part(1)


Bagi yang pertama memakai thunder 250 pasti akan merasakan begitu enaknya menikung apalagi di dukung dengan pemakaian pelek lebar dan ban memadai. Ground Cleaner Thunder 250 sangat rendah sehingga cukup menikung 45% saja sepatu akan menempel di aspal.

Berikut trik2 tentang menikung(Conering)  oleh bro bangBRUN dicopy dari Kaskus dan Video dari pencinta tikungan (Ride From hell)

Tips & Trik cornering :

1. Old school style cornering (lean bike)
Style ini boleh dibilang sebagai style yang banyak dipake pembalap era 80-90an dimana posisi motor cenderung lebih miring dari badan dan terlihat si rider mendekap tuh motor dan menekan roda depan
motornya untuk mendapatkan traksi maksimal dari roda depannya,dan posisi pantat juga ngga terlalu jauh bergeser dari jok. Ban belakang juga menjadi lebih awet karna meminimalisir gejala sliding.
Banyak rider top menggunakan style ini kaya Michael Doohan,Neil Hodgson, dan jaman sekarang diwakili oleh Toni Elias.

Spoiler for old school cornering style by Hodgson:
Spoiler for old school cornering style by Doohan:

2. New school style cornering (lean body)
Style ini mewakili style dari pembalap era sekarang dimana posisi badan cenderung lebih miring dari posisi motor dan seolah olah terlihat bahwa si rider menahan motor bertumpu pada lututnya, kelebihan dari style ini adalah ketika keluar tikungan akan menjadi lebih cepat dan tajam karena ban belakang akan bergeser (sliding) sedikit sehingga memperkecil sudut tikungan, tapi kalau si rider ngga pintar buka tutup gas di tikungan yang ada malah gejala sliding yg berlebih sehingga motor akan sedikit terbawa keluar tikungan dan akan mudah disalip rider yg dibelakangnya dan ban belakang akan cepat kehilangan traksinya karena tergerus oleh torsi motor.
rider2 top jaman sekarang hampir semuanya memakai style ini.

Spoiler for new school cornering style:

Picnya bro chandrangor dr RFH Family (lean body)

Spoiler for new school cornering style by Chandrangor:

3. Natural/netral style
Style ini banyak dipakai oleh rider sehari hari dan juga ketika touring, style ini juga sangat cocok untuk motor bercc kecil yang notabene ngga perlu turun badan untuk menghandle motor karena bobotnya yang ringan dan sudut kemudi yang lebar. Style ini dapat dilihat dari posisi rider sudut kemiringan badannya sama dengan sudut kemiringan motornya juga posisi kepala juga yang seirama dengan sudut kemiringan motor.
Tapi ada juga rider motoGP yg suka mengaplikasikan style ini seperti Jorge Lorenzo kadang2 dia pakai style ini di fast corner

Spoiler for Natural style:

4. Posisi kaki
Posisi kaki ada baiknya bila kita sedang rebah kekiri posisi kaki juga jinjit (menekan) di footstep sebelah kiri dan kaki kanan dikaitkan di footstep sebelah kanan, dan sebaliknya juga jika kita rebah ke kanan posisi kaki juga jinjit (menekan) di footstep sebelah kanan dan kaki kiri dikaitkan di footstep sebelah kiri, hal ini dilakukan untuk menekan motor agar lebih rebah waktu melakukan cornering dan membantu beban bahu agar tidak lekas pegal menahan bobot motor, juga bermanfaat untuk reflek kita untuk menghadapi tikungan yang tidak terduga (ada lubang atau jalan bumpy).

5. Rolling speed
Rolling speed adalah teknik menggantung gas / RPM pas lagi cornering. Teknik ini bertujuan agar tenaga motor ngga ngedrop pas di tengah tikungan sehingga motor dapat meluncur cepat keluar tikungan. Rider yang memegang 2 tak biasanya lebih gape soal teknik ini karena 2 tak tenaganya mulai keluar dr RPM tengah ke atas dan untuk yg megang 2 tak teknik ini juga bisa dilakukan dengan menekan setengah tuas kopling untuk menjaga agar RPM nya ngga ngedrop lalu pas mau meluncur keluar tikungan lepaskan perlahan lahan tuas kopling tersebut diiringi dengan bukaan gas yang tepat/seirama. Sedangkan pada 4tak si rider kerap melakukan teknik ini dengan menyentuh sedikit saja tuas rem sambil tetap menahan RPM di putaran yg optimal, hal ini jg membantu mengarahkan moncong motor agar tidak terlalu keluar jalur.

6. Powerband
Setiap rider harus memahami powerband dr engine motornya, hal ini bertujuan agar motor tetap terjaga performa mesinnya dan mengurangi gejala overheat akibat pemakaian yang salah kaprah (RPM motor dipaksa untuk meraung tinggi di tikungan), sehingga motor dapat dengan mulus keluar masuk tikungan, dan mengurangi resiko roda motor kehilangan traksi maksimalnya yg bisa mengagetkan/mengganggu konsentrasi.
Powerband ini sangat berkaitan erat dengan teknik rolling speed.

Spoiler for out of control:

7. Braking.
Teknik pengereman juga sangat krusial sebelum memasuki tikungan, pengereman yg efektif adalah 65% depan dan sisanya 35%belakang, transfer bobot juga sangat berpengaruh ketika melakukan pengereman karena ketika kita menekan tuas rem depan maka otomatis beban berpindah semua ke depan yang kalau dilakukan dengan panik maka roda depan kehilangan traksinya, beda sama kalau kita ngegas beban berpindah semua ke belakang.
Kalau mau melakukan overtaking, teknik late braking sangat mumpuni untuk mendukung aksi tersebut. Teknik ini biasa dilakukan dalam dunia balap seperti yg sering diperagakan oleh Valentino Rossi, dia melakukan itu untuk menutupi kekurangan tenaga motornya,dikala rivalnya udah nutup gas dia masih terus saja ngegas motornya dan mengerem tepat di depan rivalnya. Karena setau ane Rossi memiliki ukuran disc brake yg paling besar diantara semua konstestan motoGP yg lainnya untuk mendukung aksi late braking tersebut.

Spoiler for Braking:

8. Rider view
Disini kita membahas tentang penglihatan rider ketika menikung, biasakanlah tatapan melihat jauh tikungan di depan dan biarkan motor meluncur dengan sendirinya dalam artian pandangan kita jangan tertuju terus ke depan motor atau moncong motor yg kita naiki karena dikhawatirkan kita tidak sigap dalam menghadapi tikungan tersebut sehingga tidak bisa mengantisipasi keadaan sesudah keluar tikungan. Teknik ini butuh skill khusus atau bagi yang sudah terbiasa melakukan cornering.

Video
Between Hell and Heaven
All Knee Down

disadur dari:
Bro bangBRUN
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1177169

Video

Mads House

Hati2 bila melakukan Conering bila anda tidak anda tahu kondisi medan dan sepeda motor

Tag: ,

4 Tanggapan to “Serba-serbi cornering di Thunder 250 Part(1)”

  1. Bayu Says:

    wah bagus brur.. tp punya panduan buat libas tikungan klo pake side/rear box ga?

  2. ivan Says:

    asik nih artikelnya…mantabs…!

  3. rasheed Says:

    artikelnya lengkap n yahud punya.. klipnya RFH keren euyy.. Pokoknya RFH youw yeah lah!!!
    jd inget pengalaman BDG-BANJAR dulu pk T250,cornering emg enak krn wheelbase yg pendek. Tp menurut ane, itu klo pelek depan T250 uda diganti Ring 17′ loh.. klo msh pk pelek standar yg 18′ kagok bwt cornering.

    bro posting jg dong tips2 perangkat modif standar RFH bwt memenuhi hasrat corneringnya.. maksute stang yg enak make apa, ban merek apa, sok dpn diturunin brp cm biar reboundnya enak..
    Thanks infonya..

    ok entar ane tanyaiin ke suhu nya..

  4. Andre Ardian Ska-Tc Says:

    RFH memang edan…!! salam buat Rangga Bejo.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: