Teknik Pengereman

Beberapa rekan mengatakan bahwa rem depanlah yang efektif dalam pengereman, Hanya beberapa saja yang mengunakan rem belakang karena batas efektif untuk rem belakang 30% dari total gaya pengereman.

Menurut riset seorang teman di Yogja bahwa tingkat pengereman juga harus didukung oleh tingkat redam shockbreaker baik depan maupun belakang, karena posisi rem cakram depan di sebelah kiri maka 10% di pindah dengan komposisi yang kiri 110% dan kanan 90%, Begitu juga belakang karena rem cakram di kanan sebaliknya. dalam riset tersebut bahwa agar stabilitas sesuai sebaiknya pengendara juga ikut serta dalam komposisi redam shockbreaker. Tingkat pengereman 100% didapat dari 70% berasal dari rem depan sementara sisanya 30% dari rem belakang.

Jika terlalu banyak dipakai rem belakang akan mengunci dan akan mengakibatkan slide di luar kendali, dan tujuan rem depan menjaga sepeda motor selalu tegak. Aplikasi tersebut cocok ketika jalan lurus dan mulus sehinga memungkinkan untuk cengkraman jalan yang lebih baik.

Dalam kondisi licin, gunakan rem belakang sedikit dengan dibantu Engine Brake . Dan sebaiknya posisi sepeda motor lurus sebelum ada mulai pengereman.

tip’s pengereman
* Turunkan gas.
* Terapkan rem secara bersamaan untuk berhenti.
* Meningkatkan tekanan tuas rem depan ketika menurunkan tekanan gas dan bersamaan dengan rem belakang.
* Ketika semakin dekat dengan objek, penurunan tekanan tuas rem depan dan belakang di tingkatkan.

Berikut foto-foto pengereman mengunakan jenis teknik pengereman:
1. Rem Belakang

2. Rem Depan

3. Rem Belakang + Depan

Poto dibawah ini posisi ideal tanggan kanan di posisi rem depan.

semoga  bermanfaat..

sumber :

Google.com

http://www.xbhp.com

Tag:

7 Tanggapan to “Teknik Pengereman”

  1. Ichwan Says:

    …nice info…!!

    Assalamualaikum wr wb…
    rekan2 yg dirahmati Allah dan disejahterakan oleh yg Maha kuasa..

    saya mo tanya, apakah efektif untuk mengganti rem tromol belakang dengan menggunakan disk brake? tentu saja secara perhitungan teori, safety riding dan pengalaman rekan 2 semua…

    n 3 gambar diatas terjemahannya gimana ya, saya kok kurang mengerti ya..heheheh

    terima kasih sebelumnya…

  2. bennythegreat Says:

    gw masih penasaran, mana dulu yg harus dilakukan, rem depan atau rem belakang duluan?

    yah depan dulu ben, sama liat kondisi trek jugaa..

  3. bennythegreat Says:

    btw tuh T250 ganteng juga…naksir gw…hiks

  4. zaqlutv Says:

    blkg 30%, depan 70% udah ngerti, baru mudeng kalo shockbreaker juga berpengaruh, cuma untuk monoshock piye Kang Adit?
    T250 emang ganteng, tapi beratnya ampun2an.. soalnya amat sangat jarang naek motor gede, paling banter tiger ma apache:mrgreen:

  5. Jufri Says:

    Fotonya bagus mas/mbak, kalo diikutin lomba pasti

    menang deh. Coba aja kesini eksklusifimaginaction.com

    atau di page FB di

    http://www.facebook.com/eksklusifimaginaction

    kalau punya Twitter, coba deh berbagi di

    @_imaginaction

    Gudlak ya, saya juga ikutan heheh

  6. Arie Prawira, Jakarta, Indonesia Says:

    wah terima kasih infonya bermanfaat sekali

  7. pip Says:

    trus kalo seperti binter merzy gmn mas? letak rem tidak kiri-kiri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: